PPI Maroko

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PPI Maroko

Khutbah Jumat : Menjadi Seorang Pemaaf

E-mail Print PDF

Oleh : Ust. H. Fakhrurrazi M. Yunus, MA

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (QS. Al-A’raaf: 199-201)

Secara alami, ketika seseorang ditimpa sesuatu yang buruk terhadap dirinya akibat tindakan orang lain, akan selalu memberikan reaksi negative. Dalam hatinya akan muncul perasaan dendam, dan ingin membalas terhadap apa yang menimpanya, bahkan dengan tindakan yang lebih berat dan buruk dariapa apa yang telah menimpanya. Sudah cukup banyak peristiwa-peristiwa yang dapat kita saksikan ditengah masyarakat kita. Dimana aksi-aksi balas demam selalu menjadi tontonan kita. Seolah balas demdam adalah satu-satunya cara untuk memuaskan hati dan menentramkan jiwa dari segala kedhaliman dan keburukan yang telah menimpanya. Yang menyesakkan hati adalah ketika ada anggapan dikalangan sebagian masyarakat kita bahwa jika seorang yang tidak melakukan balas demdam terhadap perlakuan buruk yang menimpanya ataupun keluarganya dianggap sebagai pengecut dan hilang harga dirinya.

Read more...
 

Mahasiswa Indonesia Di Kancah Nasional

E-mail Print PDF

Oleh : Burhan Ali*
 
Pendahuluan

Pengertian “Mahasiswa” adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dinamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara.

Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwasanya “ mahasiswa ” itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/ murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiyah, “ mahasiswa ” terdiri dari dua kata, yaitu ” Maha ” yang berarti tinggi dan ” Siswa ” yang berarti subyek pembelajar, jadi dari segi bahasa “ mahasiswa ” diartikan sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi/ universitas .

Read more...
 

Indonesia yang Sejahtera, Kapan?

E-mail Print PDF

Oleh : Durrotul Yatimah, Lc*

Menjadi miskin bukan takdir. Meski Rasulullah dalam doanya pernah menyebutkan bahwa beliau ingin meninggal dalam keadaan miskin (HR.Hakim), esensinya bukan meneladankan gaya hidup miskin kepada umatnya, ungkapan beliau ini hanya sekedar pengingat bahwa dunia  bukan segala-galanya bagi seorang muslim sejati. Dunia hanya sekedar wasilah – perantara. Cuma alat penukar menuju kebahagiaan akhirat.

Meneropong Indonesia dengan carut marutnya, ada satu hal yang patut dicermati. Bahwa lingkar kemiskinan benar-benar mengakar dalam dan kuat menjerat bangsa ini. Betapa kesejahteraan masih terlalu jauh dari jangkauan tangan-tangan rapuh rakyat nusantara. Miskin harta, miskin idealisme, miskin intelektualitas, bahkan dalam beberapa dekade terakhir bangsa ini juga terjangkiti kemiskinan moralitas dan religiusitas. Lengkap sudah, semua tumplek blek menimpa Indonesia tercinta.

Read more...
 

Juara 1 : Ambiguitas Indonesia

E-mail Print PDF

Anugerah terindah

Terima kasih atas pemberian istimewa ini,  dari sebuah penghormatan tinggi, dari sebuah nikmat yang tak terkalkulasi. Ini adalah hadiah termahal  dari  Tuhan untuk saya. Bahwa saya terlahir sebagai seorang muslim. Bahwa saya terlahir sebagai orang Indonesia.

Tanah surga

 Surga pernah bocor,  bocorannya jatuh di planet bernama bumi.  Sempalan surga itu bermukim di garis khatulistiwa, di hapit di antara benua Asia dan Australia serta  di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Bumi Nusantara  tanah air Indonesia, sempalan tanah surga itu.

Sewajarnya dan pantas jika negri Indonesia berbusung dada. ( jika sekiranya sombong itu di perkenankan ) . Indonesia  seperti bunga di tangkai daun. Begitu indah, begitu anggun.  Kekayaan alam yang  membentang luas tak terkira,  budaya yang beraneka ragam menyemarakan warna warni  kemilau Indonesia  yang unik dan mempesona, karakteristik masyarakat pribumi yang ramah tamah, santun dan nrimoannya semakin meruncingkan  memang benar adanya bongkahanya surga itu.
Read more...
 

PENGUNJUNG ONLINE

We have 10 guests online

Pesan & Kesan


Get Shoutmix


Kalender

OISAA

Photobucket