PPI Maroko

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PPI Maroko

Manfaat Pada Semua

Dalam sebuah hadits sahih yang diriwayatkan oleh Bazzar, Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan orang mukmin itu adalah seperti pohon kurma, semua apa yang ada padanya dapat dimanfaatkan”. Hadits ini memberikan satu garis panduan yang amat penting bagi kita umat Islam untuk menjadi mukmin yang sejati, bukan hanya kita perlu meningkatkan hubungan kita dengan Allah swt. dengan melaksanakan segala apa yang Allah swt. telah perintahkan pada kita, akan tetapi kita juga perlu memastikan agar kehidupan kita di dunia ini memberi manfaat kepada orang di sekeliling kita.

Rasulullah saw. memperumpamakan orang mukmin dengan pohon kurma yang banyak terdapat di tanah Arab. Pohon kurma merupakan sebuah pohon yang memberikan banyak manfaat kepada manusia. Dari buahnya ke batangnya. Semuanya memberi manfaat kepada manusia.

Besar manfaat kurma inilah yang mendorong Rasulullah saw. untuk mengumpamakan orang mukmin seperti pohon kurma. Dalama arti kata lain, kita sebagai orang mukmin, tidak cukup tekun beribadat kepada Allah swt. saja. Akan tetapi kita dituntut agar memastikan eksistensi kita di atas muka bumi ini, memberi manfaat pada semua, tidak hanya bangsa dan agama, dan di mana saja kita berada. Inilah mukmin yang sejati.

Rasulullah saw. mendidik para sahabat agar memberi manfaat kepada semua. Para sahabat pula mendidik para tabiin. Dan begitulah seterusnya, dari satu generasi ke generasi yang lain. Sehingga dalam masyarakat kita pun ada pepatah yang menggalakkan kita agar jadi seperti pohon kelapa yang memberi banyak sumbangan serta manfaat kepada manusia.

Read more...
 

Muhasabah Pribadi Muslim

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS : Al Mulk : 2)

Yang menjadikan mati dan hidup

Kehidupan, suatu kata yang sangat singkat sesuai dengan hakikatnya, cepat dalam mengatakannya dan cepat pula berlalu. Rasanya dibayangan penulis, masih terhenyak dengan kehidupan masa kecil ketika dibelai kasih kedua orang tua, berlari-lari dengan langkah kecil makhluk mungil ditaman dengan riang, canda ria dikala masih di awal sekolah, lalu meningkat dengan kehidupan remaja dengan segala permasalahannya, hingga lulus dari sekolah tinggi menikah, berkeluarga, punya keturunan dan berlanjut pada suatu saat satu persatu orang terdekat yang dicintai meninggalkan kita.

Dan kita pun hanya menikmati kenangan foto mereka dipajang diruang tamu, dengan sejuta kenangan tersimpan lewat senyuman mereka pada foto tersebut dan kelak kitapun akan mengalami saat yang sama, serta kan dikenang pula oleh anak maupun cucu. Dan itulah kehidupan, yang bisa memiliki arti teramat dalam, kadang membuat dada bergetar kala sedih ataupun kebahagiaan yang mampu meneteskan air mata.

Kehidupan, untuk menjelaskannya Allah swt. menguraikan misteri itu pada awal ayat tersebut. Allah swt. lah yang menciptakannya dan Dia memberikan penekanan terhadap hakikat kehidupan itu dengan menyebut kata maut terlebih dahulu, baru kemudiankata hidup? Padahal manusia hidup terlebih dahulu sebelum mati?

Read more...
 

RAMADHAN: Madrasah Pembentuk Pribadi Takwa

Hai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana di wajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah:183)

 Waktu terus berjalan, bulan demi bulan kita lewati hingga sampai di sayyaidul syahr, bulan Ramadhan, siang dan malam yang silih bergantian mengantarkan kita pada pijakan sepuluh hari terakhir menjalankan ibadah di bulan penuh kemulyaan. Limpahan puji syukur selayaknya kita panjatkan kepada Tuhan semesta alam atas segala kemikmatan yang telah di berikan kepada kita, khususnya nikmat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan.

 Pada tiap bulan Ramadhan ayat di atas merupakan ayat populer yang sering di bacakan  dan kita dengar. Baik di media cetak, elektronik ataupun perantara lainnya. Adapun esensi dari ayat tersebut ialah  menginformasikan kepada kita bahwa ketakwaan merupakan terminal utama disyari’atkannya berpuasa.

 Bulan Ramadhan merupakan madrasah yang di dalamnya kita dididik berpuasa satu bulan penuh menahan lapar dan dahaga serta hal-hal yang membatalkan puasa dan mengurangi nilai-nilai puasa kita. Puasa merupakan perisai diri kita agar kita tidak terjerumus pada hal-hal yang beretentangan dengan agama. Dengan begitu  puasa dapat berfungsi sebagai pembentuk pribadi muslim yang selalu merasa bahwa Allah swt selalu mengawasi gerak gerik setiap langkahnya.

Read more...
 

Pembanding bedah buku "Al-Fikr al-Maqashidi"

Studi atas pemikiran DR. Ahmad ar-Raisuni dalam bukunya “AL-FIKR AL-MAQASHIDI; Qawa’iduhu Wa Fawa’iduhu”
Oleh: Mohamad Shofin Sugito

Wilayah Barat Arab atau sering disebut dengan Al-Maghrib al-‘Arabiy sangat terkenal dengan kajian maqashid as-syari’ah, atau the porposes of Islamic Low sebagaimana terjemahan ke dalam bahasa Inggris oleh Mohammed S el-Alwa dalam sebuah buku mininya (kutaib). Demikian sum’ah  yang beredar pada dunia intelektual kajian Islam dewasa ini, termasuk di kalangan intelektual  Islam Indonesia sendiri. Sehingga, banyak sekali mahasiswa-mahasiswa Indonesia berbondong-bondong hijrah ke negri seribu benteng ini untuk belajar secara intensif kepada masyayikh spesialis maqashid as-syari’ah.

Dalam perspektif sejarah, wacana kajian maqashid as-syari’ah pada asal dahulunya tidaklah pure berasal dari kalangan fuqaha maupun ushuliyyiyun, akantetapi lebih merupakan sentuhan tangan pemikiran para teolog dan sufi.

Ambil contoh misalnya; menurut Dr.Ahmad Ar-Raisuniy dalam bukunya Nadzariyat al-maqashid ‘inda al-Imam As-Syatibi, pada pekembangan awal wacana teori maqashid as-syari’ah akan dijumpai sosok Imam al-Hakim at-Tirmidzi, seorang ulama sufi abad ke tiga hijriyyah, yang dengan bukunya as-sholat wa maqashiduha telah menginspirasi para sarjana fikih untuk mengembangkan wacana maqashid as-syari’ah hingga sekarang. Di samping itu, akan dijumpai pula nama Abu Manshur al-Maturidi (w.333 H), Al-Baqilani (w. 403 H) dan Imam al-Haramain (478 H), yang tentunya mereka lebih dikenal sebagai teolog daripada fuqaha.
Read more...
 

PENGUNJUNG ONLINE

We have 4 guests online

Pesan & Kesan


Get Shoutmix


Kalender


LOGIN ANGGOTA

Anggota login di sini untuk mengakses dua menu: ASPIRASI > "Karya Ilmiah", dan ASPIRASI > "Kirim Artikel"

Radio PPI Dunia

Selamat Mendengarkan