PPI Maroko

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PPI Maroko

Menulis itu Berkah

E-mail Print PDF

Oleh : Alvian Iqbal Zahasfan

Berangkat dari pengalaman pribadiku. Kutumpahkan pengalaman tersebut di lembar-lembar kertas. Karena menurutku—dan menurut para penulis dunia—menulis itu membawa berkah. Beberapa bulan yang lalu di musim panas (juli-agustus) saya diminta menulis oleh seorang teman (Burhan) tentang pengalaman mendapat beasiswa ke Maroko. Gayung bersambut, kebetulan saya juga berhasrat mengabadikan momen lika-liku pencarian beasiswaku, siapa tahu dibaca orang lain khususnya mereka yang ingin mencari beasiswa ke Maroko atau negara lain.

Ternyata benar firasatku. Setelah artikelku dimuat di internet—laman Motivasi-Beasiswa, Website PPI Maroko dan jejaring sosial—berdatangan permintaan nasehat, cara, trik-trik dan file terkait proposal beasiswa yang aku raih. Bahkan aku diminta artikel oleh Universitas UGM Jogjakarta Fakultas Hubungan Internasional yang nantinya dimuat di majalah nasional Airport. 

Pujian ini merupakan anugerah yang sangat saya syukuri tanpa membusungkan dada. Betapa bahagianya ketika mendengar saudara-saudara sebangsaku mengucapkan “Ustad Alvian, tulisan antum bagus. Saya harus meningkatkan belajarku. Saya sangat termotivasi dengan tulisan antum”. Ada juga yang menyampaikan “Bagaimana mendapatkan beasiswa tersebut? Kirimin file proposalnya dong! Terima kasih”.

Read more...
 

Sayyidul Ayyam Edisi V Januri 2012

E-mail Print PDF

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Setelah menyelesaikan masa ujian akhir semester ganjil, redaksi SA kembali lagi beraktifitas menjalankan kegiatan kepengurusan sesuai dengan pro-ker yang sudah ditetapkan dalam Musyawarah Pengurus bulan lalu.

Dalam edisi kali ini, redaksi menyoroti dan menilik fenomena yang kerap terjadi ketika tiba bulan Februari, yaitu peringatan Valentine's Days (V.D) yang sering dilakonioleh kalangan muda dan acap kali disalahgunakan sehingga melanggar norma-norma agama. Maka dari itu kami titik  beratkan isi rubric edisi kali ini pada momentum tersebut dengan beberapa rubric khusus membahas tentang hal tersebut, dan kami juga mencantumkan tulisan para pemenang Sayembara Menulis Artikel PPI Maroko yang sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu.

Selamat membaca, dan temukan karya-karya putra bangsa di Ujung Afrika Utara ini, semoga Buletin ini dapat menjadi bahan perekat ukhuwah dan tukar informasi bagi kita semua.

Untuk mendownloadnya bisa di klik link ini : http://www.4shared.com/office/31KvFzDh/SA_Jan.html

Saran dan kritik yang membangun dari pada para pembaca yang budiman kami buka dan kami tamping demi kemajuan PPI kita. @

 

Refleksi 40 Hari : "Bu Dubes yang Ku Kenal"

E-mail Print PDF

Oleh : Alvian Iqbal Zahasfan

Tidak lama saya mengenalnya. Dialah Ibuku, ibu semua warga Indonesia di Kerajaan Maroko, (Almh.) Mahsusoh Ujiati. Sekitar satu tahun sekian bulan saya mengenalnya. Terhitung dari pertama kali kakiku menginjakkan bumi Maroko, 27 September 2010.  Sekalipun pendek, tapi sangat berkesan dalam bagiku. Berikut ini akan saya utarakan seikat kuntum pengalaman-pengalamanku dengannya.

Pertama : Ia adalah sosok yang agamis. Setiap hari jumat ia selalu menggelar pengajian. Sependek pengetahuanku, pengajian itu diikuti oleh Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (Istri-istri diplomat Indonesia di Maroko, baik home staf maupun lokal staf ) dan juga diikuti oleh beberapa orang Maroko.

Pengajian dimulai dengan Tadarusan, yakni satu orang membaca dan yang lain menyimak. Ibu Dubes sebagai guru yang mengingatkan ketika muqriah (pembaca Al-Quran) salah dalam membaca (baik makhroj, harakat maupun pelafalannya).  Usai Tadarusan, acara dilanjutkan dengan acara Tafaqquh fid Din (mengkaji ilmu fikih).

Ibuku dan Ibu kita semua ini cerdas orangnya. Salah satu isi pengkajian Tafaqquh fid Din yang saya dengar (menguping) - kebetulan beberapa bulan sebelum Ibu dipanggil Allah, saya selalu menyempatkan diri jumatan di KBRI selepas kuliah (disamping sebagai ajang silaturrahmi dengan KBRI, saya juga bisa makan enak ala Indonesia selepas jumatan, yummy3x...), tetapi detik-detik Ibu dipanggil oleh Allah saya tidak bisa jumatan di KBRI lagi karena selepas jumatan saya harus mengikuti kuliah ekstra Bahasa Spanyol di Dar El Hadith El Hassania- Ibu membacakan Ayat jika tidak salah "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertaubat dan yang mensucikan diri" [Al-Baqarah:222]".

Read more...
 

Khutbah Jumat : Menjadi Seorang Pemaaf

E-mail Print PDF

Oleh : Ust. H. Fakhrurrazi M. Yunus, MA

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (QS. Al-A’raaf: 199-201)

Secara alami, ketika seseorang ditimpa sesuatu yang buruk terhadap dirinya akibat tindakan orang lain, akan selalu memberikan reaksi negative. Dalam hatinya akan muncul perasaan dendam, dan ingin membalas terhadap apa yang menimpanya, bahkan dengan tindakan yang lebih berat dan buruk dariapa apa yang telah menimpanya. Sudah cukup banyak peristiwa-peristiwa yang dapat kita saksikan ditengah masyarakat kita. Dimana aksi-aksi balas demam selalu menjadi tontonan kita. Seolah balas demdam adalah satu-satunya cara untuk memuaskan hati dan menentramkan jiwa dari segala kedhaliman dan keburukan yang telah menimpanya. Yang menyesakkan hati adalah ketika ada anggapan dikalangan sebagian masyarakat kita bahwa jika seorang yang tidak melakukan balas demdam terhadap perlakuan buruk yang menimpanya ataupun keluarganya dianggap sebagai pengecut dan hilang harga dirinya.

Read more...
 

Mahasiswa Indonesia Di Kancah Nasional

E-mail Print PDF

Oleh : Burhan Ali*
 
Pendahuluan

Pengertian “Mahasiswa” adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dinamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara.

Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwasanya “ mahasiswa ” itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/ murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiyah, “ mahasiswa ” terdiri dari dua kata, yaitu ” Maha ” yang berarti tinggi dan ” Siswa ” yang berarti subyek pembelajar, jadi dari segi bahasa “ mahasiswa ” diartikan sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi/ universitas .

Read more...
 

PENGUNJUNG ONLINE

We have 28 guests online

Pesan & Kesan


Get Shoutmix


Kalender

OISAA

Photobucket