Oleh : Alvian Iqbal Zahasfan
Berangkat dari pengalaman pribadiku. Kutumpahkan pengalaman tersebut di lembar-lembar kertas. Karena menurutku—dan menurut para penulis dunia—menulis itu membawa berkah. Beberapa bulan yang lalu di musim panas (juli-agustus) saya diminta menulis oleh seorang teman (Burhan) tentang pengalaman mendapat beasiswa ke Maroko. Gayung bersambut, kebetulan saya juga berhasrat mengabadikan momen lika-liku pencarian beasiswaku, siapa tahu dibaca orang lain khususnya mereka yang ingin mencari beasiswa ke Maroko atau negara lain.
Ternyata benar firasatku. Setelah artikelku dimuat di internet—laman Motivasi-Beasiswa, Website PPI Maroko dan jejaring sosial—berdatangan permintaan nasehat, cara, trik-trik dan file terkait proposal beasiswa yang aku raih. Bahkan aku diminta artikel oleh Universitas UGM Jogjakarta Fakultas Hubungan Internasional yang nantinya dimuat di majalah nasional Airport.
Pujian ini merupakan anugerah yang sangat saya syukuri tanpa membusungkan dada. Betapa bahagianya ketika mendengar saudara-saudara sebangsaku mengucapkan “Ustad Alvian, tulisan antum bagus. Saya harus meningkatkan belajarku. Saya sangat termotivasi dengan tulisan antum”. Ada juga yang menyampaikan “Bagaimana mendapatkan beasiswa tersebut? Kirimin file proposalnya dong! Terima kasih”.






Oleh : Ust. H. Fakhrurrazi M. Yunus, MA
