PPI Maroko

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PPI Maroko

KEUTAMAAN DAN AMALAN BULAN SYA’BAN

Suatu waktu sahabat Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa  (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya'ban? Rasulullah saw. menjawab: "Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu segala perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa". (HR. Abu Dawud dan Nasa'i).

Dalam Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Sayyidatina Aisyah r.a. berkata: “Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan shaum selama satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat beliau memperbanyak shaum dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956).

Dilain tempat beliau (sayyidatina Aisyah r.a.) juga berkata: "Suatu malam Rasulullah saw. shalat, kemudian beliau bersujud panjang sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah saw. telah diambil. Karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah saw. selesai shalat beliau berkata: "Hai Aisyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah saw. telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. Beliau pun berkata: "Malam ini adalah malam nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hamba-Nya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki." (H.R. Baihaqi dari Ala’ bin Harits).
Read more...
 

Menjadikan Do’a Sebagai Pilar Kehidupan

Allah swt. mengutus para rasul untuk menjelaskan serta mengarahkan sendi-sendi kehidupan manusia baik itu iman, ibadah, sosial kemasyarakatan dll. Meski risalah yang mereka bawa menuai badai kritis di kalangan umatnya sendiri. Dalam hal berdoa, mereka ajarkan umatnya agar tidak minta sesuatu kepada benda mati dengan diusung sebuah logika, ''bagaimana mungkin benda mati yang tak mampu berbicara dan mendengar mengabulkan permintaan seseorang?''.
 
Allah swt. berfirman: ''Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS. Al Hajj: 73).

Doa merupakan wujud ketergantungan, pengharapan dan permohonan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Dan pada hakikatnya doa adalah tumpuan hidup sehari-hari. Tidak sedikit yang menjadikan doa itu sebagai gantungan dalam hidupnya. Hal ini dapat kita lihat dan kita rasakan di saat seseorang atau sekelompok orang akan memulai suatu usaha atau pekerjaan, hati mereka secara spontan berbisik, semoga Tuhan memberikan kemudahan serta keberhasilan sebagaimana yang mereka harapkan.
Read more...
 

PENGUMUMAN BEASISWA

PENGUMUMAN BEASISWA PROGRAM S1 KE MAROKO
TAHUN AKADEMIK 2010-2011
Nomor: Dt.I.IV/4/PP.04/937/2010

Berdasarkan surat Kedutaan Besar Maroko di Jakarta nomor: 606/10 tanggal 7 Juni 2010, diberitahukan bahwa Kerajaan Maroko memberikan penawaran beasiswa program S1 bagi pelajar Indonesia sebanyak 15 (lima belas) orang untuk tahun akademik 2010-2011 dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Beasiswa tersebut meliputi biaya kuliah, akomodasi dan isentif yang terbatas. Sedangkan biaya tiket pemberangkatan dari Jakarta ke Maroko ditanggung oleh peserta.
2. Bagi calon peserta yang yang berminat diharapkan melampirkan persyaratanpersyaratan
sebagai berikut:
a. Foto copy ijazah (Aliyah atau Pondok Pesantren) dan transkrip nilai yang telah terakreditasi di Kementerian Agama dan dilegalisir oleh sekolah yang bersangkutan dengan standar nilai minimal 7,5 (tujuh koma lima);
b. Foto copy akte kelahiran;
c. Daftar Riwayat Hidup;
d. Pas photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.

3. Pendaftaran dibuka dari tanggal 21 s/d 28 Juni 2010 dan dokumen persyaratan langsung dikirim melalui: Subdit Kerjasama dan Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemeterian Agama RI Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4 Lantai 8 Jakarta Pusat 10710 Telp. (021) 3812344 ext.326.

4. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag akan menyelenggarakan ujian wawancara setelah melakukan seleksi adiministrasi bagi 30 orang calon peserta terbaik untuk disaring menjadi 15 orang yang kemudian akan diusulkan ke Kedutaan Besar Maroko di Jakarta.

Jakarta, 18 Juni 2010
Direktur Pendidikan Tinggi Islam
ttd
Prof. Dr. H. Machasin, MA
NIP. 19561013 198103 1 003


Sumber: http://pendis.kemenag.go.id/

 

PENGUNJUNG ONLINE

We have 7 guests online

Pesan & Kesan


Get Shoutmix


Kalender


LOGIN ANGGOTA

Anggota login di sini untuk mengakses dua menu: ASPIRASI > "Karya Ilmiah", dan ASPIRASI > "Kirim Artikel"

Seas Games IV

Radio PPI Dunia

Selamat Mendengarkan