PPI Maroko

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Khutbah Jumat : Manusia Terbaik


 الحمد لله الذي خلق الإنسان، وعلمه البيان، وفضله على جميع الحيوان، بنطق اللسان، وخلق كل شيء فقدره تقديراً، وجعله سميعاً بصيراً، ثم هداه السبيل إما شاكراً وإما كفوراً، كور الليل على النهار، وكور النهار على الليل، وخلق الخلق أطوار، وجعل الثقلين فريقين، فله الحكم والتدبير، فريق في الجنة وفريق في السعير. فأما الذين آمنوا وعملوا الصالحات فلهم أجر غير ممنون، وأما الذين شقوا فمأواهم النار جزاء بما كانوا يعملون.

أحمد حمداً يوافي نعمه، وأسأله المزيد من رفده (وإن مِن شَيءٍ إلاّ يُسَبِحُ بِحَمدِهِ) ثم الصلاة على سيدنا محمد رسوله وعبده.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Mengarungi kehidupan dunia, kita tidak sendiri. Ada tua, muda di sekeliling kita. Ada kaya, miskin di sekitar kita. Ada pejabat, ada rakyat. Satu sama lainnya saling membutuhkan dalam satu, dua dan banyak hal. Oleh karenanya manusia disebut makhluk sosial. Artinya, kita tidak akan bertahan hidup dengan kesendirian sehebat apapun kita. Bahkan pada hakekatnya kehebatan kita adalah kehebatan yang nisbi. Karena kehebatan kita terkait erat dengan pertolongan orang atau makhluk lainnya.

 

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Di atas mimbar yang terhormat ini, khotib berkenan mengurai khutbahnya yang bertema, Manusia Yang Terbaik. Siapakah manusia yang paling baik? Raja-kah, presiden-kah, pejabat-kah, rakyat-kah, laki-laki-kah, perempuan-kah, orang kaya-kah, orang miskin-kah, senior-kah, junior-kah atau kah kah yang lain?

Mari kita simak jawabannya dari sabda-sabda indah baginda besar Nabi Muhammad SAW. Hadis yang paling sering kita dengar atau yang populer di antara kita adalah hadis yang berbunyi, “خير الناس أنفعهم للناس “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”.

Sidang jumat yang dirahmati Allah

Hadis ini merupakan penggalan dari hadis yang panjang. Diriwayatkan oleh Imam Al-Qona’i dalam kitab Musnad-nya dari Sahabat Jabir. Kemudian dinukil oleh Imam As-Suyuthi dalam kitabnya, Al-Jami’ ash-Shagir fi Ahadisi Al-Basyir An-Nadzir dan menurut beliau status hadis ini hasan, bukan sohih atau doif. Artinya hadis ini hadis yang baik dan dapat dijadikan hujjah atau pedoman.

Sidang jumat yang berbahagia

Di dalam kitab Al-Jami’ Ash-Shagir disebutkan juga, Rasulullah bersabda;

الخلق عيال الله وأحبهم إلى الله أنفعهم لعياله,

Makhluk adalah iyalullah dan makhluk yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi iyal-nya (HR. Al-Bazzar dan Ath-Thobaroni). Secara leterlek atau secara harfiah kata iyal dalam hadis tersebut bermakna keluarga. Jadi secara leterlek makna hadis tersebut berbunyi, “Makhluk adalah keluarga Allah dan yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi keluarganya”. Ulama hadis seperti Imam Al-Absyihi menjabarkan maksud hadis tersebut dalam kitabnya Al-Mustathrof fi Kulli Fannin Mustadzrof bahwa makna iyalullah adalah fuqoro-ullah, wal khalqu kulluhum fuqoroullah Ta’ala, wa Huwa Ya’uluhum, artinya makhluk atau semua manusia butuh kepada Allah, dan Dia (Allah) menanggung rezeki mereka, dan makhluk atau manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling memberikan manfaat kepada manusia atau makhluk lainnya.

Di hadis yang lain diriwayatkan, Baginda Nabi bersabda;

إن لله خلقاً خلقهم لقضاء حوائج الناس، آلى على نفسه أن لا يعذبهم بالنار، فإذا كان يوم القيامة وضعت لهم منابر من نور يحدثون الله تعالى والناس في الحساب

 “Sesungguhnya Allah memiliki makhluk yang diciptakan guna membantu menunaikan hajat-hajat manusia. Allah bersumpah kepada diri-Nya bahwa Dia tidak akan menyiksa mereka dengan Neraka. Dan pada hari kiamat, disediakan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya sembari berbincang dengan Allah sedangkan manusia lainnya H2C (harap-harap cemas) menjalani proses Hisab, perhitungan amalnya”. Artinya berdasarkan hadis ini orang yang suka membantu orang lain akan masuk surga tanpa hisab.

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda;

من سعى لأخيه المسلم في حاجة، فقضيت له أو لم تقض غفر الله له ما تقدم من ذنبه وما تأخر، وكتب له براءتان براءة من النار وبراءة من النفاق,

 “Barang siapa yang berusaha membantu saudara seimannya satu hajat saja, terlaksana atau pun tidak maka Allah pasti mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Dan baginya dua pembebasan; pembebasan dari Neraka, dan pembebasan dari kemunafikan”.

Dari Ibnu Ummar rodiyallahu anhuma berkata bahwa Rasululllah Saw. bersabda;

من قضى لأخيه المسلم حاجة كنت واقفاً عند ميزانه، فإن رجح وإلا شفعت له,

 Barang siapa yang membantu menunaikan satu hajat saudara-seimannya, maka kelak saya pasti berdiri di samping timbangannya, jika unggul timbangan amal baiknya (maka saya tidak turun tangan) jika tidak, maka saya akan memberinya syafaat atau memintakan clemency granted atau grasi kepada Allah”. Dan Allah pasti akan mengabulkan permintaan kekasih-Nya. (HR. Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’).

Sahabat Anas RA. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda; “

من مشى في حاجة أخيه المسلم كتب الله له بكل خطوة سبعين حسنة وكفر عنه سبعين سيئة، فإن قضيت حاجته على يديه خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه، فإن مات في خلال ذلك دخل الجنة بغير حساب",

Barang siapa yang berjalan dalam rangka menunaikan hajat saudara seimannya, maka Allah mencatat baginya setiap langkah, 70 kebaikan dan dihapuskan 70 keburukan. Lantas, jika hajat saudaranya terlaksana di tangannya maka dosa-dosanya diampuni seperti pertama kali ia dilahirkan. Namun, jika ia meninggal di tengah-tengah usaha tersebut maka dia akan masuk surga tanpa hisab”. (HR. Abu Bakr al-Khoroithi dalam kitab Makarimul Akhlak).

Ibnu Ummar berkata, bahwa Rasulullah bersabda; “

إن لله عند أقوام نعماً يقرها عندهم ما داموا في حوائج الناس ما لم يملوا فإذا ملوا نقلها الله إلى غيرهم

"Sesungguhnya Allah melanggengkan nikmat-nikmat-Nya di sisi hamba-hamba-Nya selama mereka membantu kebutuhan/hajat manusia dan selama mereka tidak merasa bosan, jika bosan  maka Allah akan memindahkan nikmat-nikmat tersebut kepada orang lain.” (HR. at-Thobaroni)

Sidang jumat yang baik hati dan suka menolong

Diantara hadis sohih yang sangat terkenal yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah bersabda; “

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

"Barang siapa yang menghilangkan sebagian kesusahan urusan dunia seorang mukmin maka Allah akan menghilangkan darinya sebagian kesusahan-kesusahan pada hari Kiamat. Dan siapa saja yang memudahkan orang yang ditimpa kesulitan maka Allah akan memudahkan baginya urusan di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu hambanya selama hambanya membantu saudaranya.

Sidang jumat yang baik hati dan suka menolong

Masih banyak hadis yang menerangkan keutamaan menolong orang lain. Ada ratusan, bahkan mungkin sampai ribuan. Tak akan habis dikaji. Inti hadis-hadis tersebut telah menjawab pertanyaan kita di khutbah pertama, bahwa manusia atau orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama. Di dalam literatur-literatur hadis dijelaskan bahwa orang yang paling bermanfaat adalah seorang pemimpin yang adil apapun namanya. Baik itu, Presiden, Raja, Pengasuh pesantren, Perdana Mentri, Duta Besar, DPR, Ketua Umum Partai, Ketua Organisasi bahkan sampai setingkat RT.

Mengapa mereka yang disebut manusia terbaik? Setidaknya ada dua jawaban global. Pertama karena di pundak merekalah keberlangsungan baik atau buruknya bawahan. Di tangan merekalah keberlangsungan kesejahteraan-keadilan atau kesengsaraan rakyat. Di hati dan di pikiran merekalah masa depan umat dipertaruhkan.  Kedua, karena mereka bekerja lebih banyak dan lebih letih dibanding rakyat dan bawahan. Siang malam mereka bekerja, bahkan 24 jam non-stop.

Sidang jumat yang baik hati dan suka menolong

Khutbah kali ini menyimpulkan bahwa manusia terbaik adalah “manusia pembantu” dalam arti yang sangat luas. Kesimpulan ini selaras dengan hadis nabi, خير الناس أنفعهم للناس dan hadis سيد القوم خادمهم (HR. Khotib Al-Baghdadi dalam Tarikhul Baghdad dari Ibnu Abbas)

Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah untuk menjadi “Manusia-manusia pembantu” yang ikhlas mengabdi kepada kebenaran, kemaslahatan agama, nusa bangsa dan nilai-nilai sosial kemanusian global dunia. 

 

 Oleh : Alvian Iqbal Zahasfan SSI, Lc.

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
 

PENGUNJUNG ONLINE

We have 27 guests online

Pesan & Kesan



Donasi

PPI Maroko menerima sumbangan yang tidak mengikat.

Kalender

OISAA

Photobucket