PPI Maroko

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Khutbah Jumat : Bagaimana Kita Bersyukur


Oleh : Ust. Ardan Lasakari M.

Sidang jama’ah jum’at yang dirahmati oleh Allah: 

Kemajuan materi yang dirasakan oleh manusia, ternyata tidak menjamin kebahagiaan hidup, kekeringan jiwa menjadi fenomena yang menjamur dimana-mana. Orientasi manusia saat ini yang lebih mengedepankan materi. Menjadikan mereka seperti robot yang otaknya terperas demi "Dunia" "Harta" dan "Uang". Sementara kebutuhan rohani berupa pengajaran Ad-Din (Islam), Tarbiyah dan Tazkiyah bagi jiwa seakan tak mendapatkan porsi atau bagian bagi waktu-waktu mereka.

Alhamdulillah wa syukurillah, akhir-akhir ini banyak orang mulai sadar akan kekeliruan langkahnya. Mereka mulai getol mengkaji Islam, sejak dari kalangan buruh, mahasiswa sampai para eksekutif dan kaum elit. Mereka mulai membangun diri, mensucikan jiwa demi meraih ketenangan jiwa yang selama ini mereka cari. Subhanallah. Maka benarlah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam surat Ar-Ra’ad ayat 28, Allah Ta’ala berfirman:

{الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ}

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS Ar-Ra’du:28).

Sidang jama’ah jum’at yang dirahmati oleh Allah swt :

Dalam diri Manusia memiliki dua unsur. lahir dan batin. Selain lahir yang harus diberi kekuatan seperti makan, minum, olahraga dan lain sebagainya ada hal yang lebih prioritas dan penting yaitu memberi konsumsi untuk batin atau "Ruhiyyah", dari sekian banyak konsumsi yang harus diberikan kepada Ruhiyyah. Satu yang bisa dikatakan penting yaitu sifat "SYUKUR" yang harus ada dalam diri hamba sebagai makhluk Allah swt. Demikianlah Tazkiyyah An-Nafs (membersihkan jiwa), membersihkan Ruhiyyah agar lebih mengenal dan dekat kepada Allah swt.

Syukur adalah memuji Sang Pemberi Nikmat, memuji Allah swt atas kebaikan yang telah Allah kuasakan kepada kita, yang telah Allah swt berikan kepada kita. Allah swt telah menyebutkan syukur dan iman secara beruntun. Sebagaimana disebutkan dalam surat An –Nisa: 147,

مَّا يَفْعَلُ اللّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ

"Mengapa ALLAH akan menyiksa kalian, jika kalian bersyukur dan beriman?"

Allah swt telah mengabarkan bahwa di antara hamba-hambaNya, yang berhak atas karuniaNya adalah mereka yang pandai bersyukur kepada Allah swt.

Allah membagi manusia menjadi dua:

1. Syakur _ 2. Kafur

Hal yang paling dimurkai olehNya adalah orang-orang kafir. Sedangkan yang paling dicintai oleh Allah adalah kesyukuran dan orang-orang yang paling pandai bersyukur kepada Allah swt.

Allah menjadikan tambahan Rizki, itu tergantung kepada kesyukuran seorang Hamba kepadaNya. Dan tambahan dari Allah adalah Tambahan yang tiada batas. Allah juga menjadikan banyak pahala bergantung kepada kehendak Allah swt itu sendiri.

فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Demikian Allah sebutkan dalam surah At-Taubah : 28

"Maka, pastilah Allah akan menjadikan kalian kaya dengan karunianya. Jika dia menghendaki"

وسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

"Dan kami akan membalas orang-orang yang bersyukur" ( Al-Maidah:40)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim:7)

Sidang jama’ah sholat jum’at yang dirahmati Allah swt:

Syukur  adalah pengikat nikmat dan penyebab bertambahnya nikmat Allah tersebut. Umar bin Abdul ‘Aziz berkata, "Ikatlah nikmat-nikmat Allah dengan bersyukur kepadaNya."

Hasan Al Bashri berujar: "Perbanyaklah menyebut nikmat-nikmat Allah karena  sesungguhnya itu adalah kesyukuran".

Abu Al Mughiroh: jika ditanya tentang kabarnya , beliau menjawab: "Pagi ini kita tenggelam dalam nikmat, tapi lemah dalam bersyukur. Rabb kita menampakkan cintanya kepada kita, padahal Dia tidak membutuhkan kita. Sedangkan kita menampakkan kebencian kepadanya, padahal kita membutuhkanNya (Allah swt)."

Syuraih berujar: "Setiap kali seorang hamba ditimpa suatu musibah, pasti disana ada 3 nikmat dari Allah. Musibah itu tidak berkenaan denga dien Nya, musibah itu tidak lebih berat daripada yang terjadi, dan musibah itu pasti akan terjadi lalu telah terjadi."

Seseorang telah bertanya kepada Abu Ghanimah:  "Bagaimana keadaanmu?" Ia menjawab: "Pagi ini aku dalam keadaan mendapat dua nikmat yang aku tidak tahu mana yang lebih baik. Yaitu dosa-dosa yang Allah tutupi sehingga tidak ada seorangpun yang mampu menelanjangiku karenanya, serta kecintaan yang Allah semaikan di dalam hati manusia yang tidak akan dicapai oleh Amal-amalku."

Seorang bertanya kepada Abu Hazim: " Apakah syukurnya dua mata itu, wahai Abu Hazim?  "Ia menjawab, "Jika kamu melihat kebaikan sebarkanlah, dan jika kamu melihat keburukan tutupilah!"

Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana syukurnya dua telinga?" Abu hazim menjawab, "Jika kamu mendengar kebaikan cegahlah!"

Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana syukurnya dua tangan? " Abu Hazim menjawab "Jangan kamu gunakan ia untuk mengambil barang yang bukan haknya! Juga penuhilah hak Allah yang ada pada keduanyal!"

Orang itu bertanya lagi, "lalu bagaimana syukurnya perut? " Abu Hazim menjawab, "Hendaklah makanan ada dibagian bawah, sedangkan yang atas dipenuhi  Ilmu!"

Orang itu bertanya lagi, " Bagaimana syukurnya kemaluan? " Ia menjawab dengan firman Allah, "Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka, Kecuali kepada Istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Maka mereka tidaklah tercela, Dan barang siapa mencari itu semua, merekalah orang-orang yang melampaui batas" (Al Mukminun 5 - 7).

Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana syukurnya dua kaki?" Ia menjawab, " Jika kamu melihat orang sholeh meninggal, segera teladani amalannya. Dan jika mayit itu orang yang tidak baik, segera jauhi amal-amal yang dia kerjakan, kamu bersyukur kepada Allah! Sesungguhnya orang yang hanya bersyukur denga lisannya itu seperti seseorang yang memiliki pakaian tetapi ia hanya memegang ujungnya, tidak memakainnya. Maka iapun tidak terlindungi dari panas, dingin, salju dan hujan."

Sidang jama’ah sholat jum’at yang dirahmati Allah swt:

Beberapa ‘Ulama menulis surat kepada saudaranya.

"Pagi ini kami diberi nikmat oleh Allah yang tidak terhingga, padahal kami banyak bermaksiat kepadanya. Kami tidak tahu terhadap yang mana kami harus bersyukur, terhadap keindahan yang dimudahkankah  ataukah terhadap dosa-dosa yang ditutupi.

Rasulullah saw adalah hamba pilihan, Nabi terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia, hamba yang ma’sum, yang telah mendapat jaminan surga oleh Allah swt. Dengan keteladanan beliau saw sebagai "uswatun hasannah"  adalah contoh yang seharusnya  dilihat.

Kita bisa melihat bagaimana beliau saw, bagaimana rasa bentuk syukur beliau kepada Allah sebagai ungkapan rasa cinta beliau kepada Allah swt :

Dikisahkan dan ini termuat dalam Shahih Bukhori dan Muslim bahwa Nabi saw bangun ditengah malam, untuk melaksanakan "qiyam al-lail" sholat dimalam hari sampai "pecah-pecah " kedua telapak kaki beliau saw. Kemudian ditanyakan kepada Beliau: "Apakah Engkau masih terus melakukan semua ini, padahal Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang telah berlalu maupun yang akan datang.  Beliau menjawab "Tidak pantaskah aku menjadi hamba yang pandai bersyukur?".

Sidang jama’ah sholat jum’at yang dirahmati Allah swt:

Tatkala Iblis mengerti nilai syukur sebagai kedudukan tertinggi dan termulia, maka Ia pun merencanakan tujuan akhirnya. Apakah itu? Allah swt mengkonfirmasikan hal tersebut didalam Kitab Nya . Dalam surat Al-‘Araf Allah swt berfirman :

"Lalu aku akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka. Dari samping kanan dan dari samping kiri mereka. Sehingga Engkau tidak akan mendapati kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang bersyukur" ( Al –‘Araf : 17)

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم إنه تعالى جواد كريم ملك رؤوف رحيم إنه هو السميع العليم

 

 

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
 

PENGUNJUNG ONLINE

We have 13 guests online

Pesan & Kesan



Donasi

PPI Maroko menerima sumbangan yang tidak mengikat.

Kalender

OISAA

Photobucket