PPI Maroko

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home ASPIRASI Buletin Jum'at Rahasia dalam Berpuasa

Rahasia dalam Berpuasa

Kehadiran bulan Ramadhan merupakan sesuatu yang patut dibanggakan dan membahagiakan. sebagai seorang muslim, kita sudah selayaknya bersyukur.  Kita harus berterima kasih kepada Allah SWT. Yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu lagi bulan yang penuh berkah ini dan dengan demikian, memberikan kita kesempatan untuk menjadi lebih dekat kepada-Nya. Setiap tahun,  ketika Ramadhan datang,  kita umat Islam menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Tapi apakah kita menyadari rahasia atau manfaat dari puasa itu sendiri? Ibadah puasa, selain memiliki banyak keutamaan serta pahala yang besar dari Allah, juga memberikan banyak manfaat kepada mereka yang menunaikannya.
 
Beberapa manfaat berpuasa adalah: Pertama, puasa dapat mendidik jiwa. Dalam Islam,  kita telah diperintahkan oleh Allah SWT. untuk melawan keinginan duniawi kita dengan tujuan untuk mengendalikan mereka, bukan untuk membunuh mereka sedemikian rupa sehingga kita tidak lagi memiliki keinginan untuk sesuatu yang bersifat duniawi.  Bahkan, dalam al Quran Allah SWT. telah mengingatkan kita untuk selalu senantiasa menjaga keinginan hawa nafsu kita dan jangan sampai  membiarkan mereka mengendalikan diri kita.
Allah SWT. berfirman dalam Surah al-Jatsiyah ayat 23, yang  mengingatkan kita untuk selalu berhati-hati agar tidak mudah terpedaya dengan hawa nafsu.
 
أَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ ِإلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَهُ اللهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيْهِ مِنْ بَعْدِ اللهِ أَفَلاَ تَذَكَّرُوْنَ
 
Yang artinya: "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.  dan dijadikan pula atas pendengarannya dan hatinya serta diadakan lapisan penutup atas penglihatannya? Maka siapakah  lagi yang  dapat  memberi  petunjuk  kepadanya  sesudah  Allah (menjadikan dia dalam keadaan demikian)? Oleh karena itu, mengapa kamu (wahai orang-orang yang ingkar) tidak ingat dan insaf?"

Dan salah satu cara yang paling efektif bagi kita untuk melatih jiwa kita dan melawan keinginan hawa nafsu  adalah dengan berpuasa.  Puasa mengajarkan kita untuk menjadi lebih sabar, murah hati dan penuh belas kasihan. Puasa dapat juga menghilangkan sifat-sifat buruk seperti kesombongan, keserakahan, keras hati, kekikiran dan putus asa. Singkatnya,  puasa berfungsi sebagai perisai yang melindungi kita  dalam melawan keinginan duniawi kita.

Hal ini jelas sebagaimana  sabda Rasulullah SAW,  yang artinya: "Rasulullah SAW.  bersabda: Allah SWT.  berfirman – dalam  hadis  qudsi:  "Semua  amal  perbuatan  anak  Adam – yakni  manusia – itu adalah untuknya,  melainkan berpuasa, kerana  sesungguhnya  puasa  itu  adalah  untuk Ku, dan Aku akan memberikan  balasan  dengannya.  Puasa  adalah  sebagai  perisai – dari kemaksiatan serta dari neraka." Maka dari itu, apabila pada hari seseorang di antara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia berkata yang kotor dan jangan pula bertengkar.  Apabila ia dicela oleh seseorang  atau  dilawan  untuk  bermusuhan  hendaklah ia berkata: "Aku adalah orang yang berpuasa."

Hadits ini jelas menunjukkan bahwa puasa dapat melindungi dan perisai satu dari dosa. Hal ini karena dalam puasa, kita diperintahkan untuk menjaga bagian-bagian tubuh kita melawan melakukan dosa. Selain itu, dengan berpuasa, kita melatih diri kita untuk menahan sejumlah kesulitan seperti rasa lapar, haus dan sebagainya, dengan demikian memelihara akhlaq kita dengan membuat kita lebih sabar dan patuh.

Kedua puasa mengaktifitaskan tubuh dan pikiran. Selain memberikan kekuatan rohani melalui pengembangan jiwa kita, puasa juga dapat meningkatkan kesehatan fisik kita, yakni membantu kita untuk memelihara tubuh yang sehat, serta pikiran yang aktif.
sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
 
أُغْزُوْا تَغْنَمُوْا وَصُوْمُوْا تَصِحُّوْا
 
 
 yang artinya:  "Berjuanglah di jalan Allah niscaya kamu akan memperoleh keuntungan dan berpuasalah niscaya kamu akan sehat." Riwayat Imam Al-Baihaqi.

Puasa tidak berarti bahwa kita menjadi tidak produktif dalam melaksanakan tugas sehari-hari kita, atau kita kekurangan energi, dan tubuh kita menjadi lemah, bahkan, kita juga tidak dapat mengambil kesempatan untuk istirahat dan tidur lebih di Bulan Ramadhan daripada di bulan lainnya, dengan tujuan ibadah misalnya. Di sisi lain, di dalam bulan ini bahwa umat Islam menjadi lebih aktif ketika menjalankan tugas sehari-hari. Demikian pula umat Islam seharusnya menjadi lebih mampu dan bekerja keras, terutama dalam meningkatkan perbuatan baik mereka seperti membaca al-Quran, bersedekah, shalat tarawih, melakukan iktikaf dan sebagainya. Setelah mengetahui manfaat dari puasa pada kesehatan kita, kita harus kemudian mengambil kesempatan dari bulan Ramadhan ini untuk mengontrol kebiasaan orang-orang yang dapat mempengaruhi kesehatan kita.

Allah SWT. berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 yang berbunyi:
 
 

وَأَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ الِلَّهِ وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوْا إِنَّ الَلًّهَ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ

 

 Yang artinya: ‘'Dan janganlah kamu sengaja mencampakkan dirimu ke dalam bahaya kebinasaan (dengan bersikap bakhil) dan berbuat baiklah (dengan segala usaha dan perbuatanmu) karena Allah mengasihi orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.'’

Setelah mengetahui dan belajar tentang rahasia puasa, tidak kah kita ingin meraih kelebihan dan manfaat daripada ibadah puasa yang sedang kita lakukan sekarang ini ? Tidak kah pula kita ingin menjadikan puasa sebagai peluang titik awal kita mendidik jiwa dan hawa nafsu dalam diri kita? adakah kita masih mempunyai pandangan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan ketika umat Islam menjadi lemah dan lesu? Adakah kita tidak ingin mengambil peluang dalam bulan ini untuk membuang semua kebiasaan buruk yang biasanya kita lakukan di luar Ramadhan?

Mari kita ambil kesempatan Ramadhan tahun ini untuk melakukan puasa kita sebaik-baiknya, yaitu tidak hanya mengendalikan diri dari makan dan minum. Kita harus menjaga bagian-bagian dari tubuh kita melakukan tindakan yang dilarang oleh Allah SWT. sehingga melalui kita berpuasa, kita melatih jiwa kita dan hawa nafsu, dalam usaha kita untuk menjadi orang-orang yang taqwa. Dan pada waktu yang sama, kita tidak menjadikan bulan ini sebagai penghalang yang mencegah kita menjadi umat yang produktif, sehingga meningkatkan rohani dan jasmani kita.
 
 
Nomor 02/Edisi 6/Th VII - 15 Ramadhan 1430 H./5 September 2009 M.
 
Last Updated ( Monday, 08 March 2010 16:08 )  

PENGUNJUNG ONLINE

We have 20 guests online

Pesan & Kesan


Get Shoutmix


Kalender


LOGIN ANGGOTA

Anggota login di sini untuk mengakses dua menu: ASPIRASI > "Karya Ilmiah", dan ASPIRASI > "Kirim Artikel"

Seas Games IV

Radio PPI Dunia

Selamat Mendengarkan